Perusahaan investasi asal Qatar, Al Mansour Holding, menandatangani perjanjian kemitraan senilai $20 miliar dengan Mozambik untuk mendukung sektor-sektor prioritas pemerintah, termasuk energi dan pertanian, menurut pernyataan kantor Presiden Daniel Chapo.
Investasi ini menjadi yang terbaru dari rangkaian komitmen Al Mansour Holding di Afrika, setelah kesepakatan serupa diumumkan di Republik Demokratik Kongo, Zambia, dan Botswana dalam dua pekan terakhir.
Sumber daya lahan yang luas, minimnya infrastruktur utama, serta cadangan mineral kelas dunia yang penting bagi transisi energi global membuat Afrika semakin menarik perhatian negara dan perusahaan asal Timur Tengah.
Sebelumnya pada Rabu, Al Mansour Holding yang dipimpin Sheikh Mansour bin Jabor bin Jassim Al Thani juga mengumumkan akuisisi 19,9 persen saham di Invictus Energy asal Australia untuk membantu pembiayaan proyek gas menjanjikan di Zimbabwe.
“Kami tidak datang untuk bersaing, kami datang untuk melengkapi. Kami tidak datang untuk mengambil, kami datang untuk membangun,” ujarnya dalam pernyataan setelah bertemu Chapo pada Selasa, seraya menegaskan bahwa Al Mansour Holding hadir di Afrika untuk jangka panjang.
Di Zambia, Presiden Hakainde Hichilema pada 18 Agustus lalu mengumumkan bahwa perusahaan investasi tersebut berkomitmen menanamkan dana $19 miliar di negara Afrika bagian selatan itu.