Aktivitas militer Israel meningkat pada hari Jumat di wilayah selatan Suriah dengan pesawat tempur terbang di atas provinsi Quneitra dan Daraa, serta pasukan darat memasuki wilayah Suriah.
Media pemerintah Suriah, Alikhbariah, melaporkan bahwa kendaraan militer Israel maju ke desa Samadaniyah Timur di pedesaan Quneitra dan menggerebek sebuah rumah tinggal.
Belum ada informasi langsung mengenai korban jiwa.
Pelanggaran ini menandai kelanjutan dari pelanggaran kedaulatan Suriah oleh Israel, yang mencakup serangan udara dan operasi darat di wilayah selatan negara tersebut.
Laporan terbaru mengenai aktivitas militer Israel ini muncul di tengah upaya Amerika Serikat untuk mendorong kesepakatan keamanan antara Israel dan Suriah.
Setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember lalu, Israel telah melancarkan ratusan serangan yang menargetkan situs militer dan aset di seluruh Suriah, termasuk jet tempur, sistem rudal, dan instalasi pertahanan udara, menurut laporan.
Israel juga memperluas pendudukannya di Dataran Tinggi Golan Suriah dengan merebut zona penyangga demiliterisasi, sebuah langkah yang melanggar perjanjian pelepasan tahun 1974 dengan Suriah.
Assad, yang memerintah Suriah dengan tangan besi selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia pada bulan Desember, mengakhiri rezim Partai Ba'ath yang telah berkuasa sejak 1963.
Sebuah pemerintahan transisi baru yang dipimpin oleh Presiden Ahmed al-Sharaa dibentuk pada bulan Januari.